Transformasi Pendidikan : MIN 5 Semarang Gelar Pelatihan Perangkat Pembelajaran Inovatif
Jambu – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidik di era digital tanpa meninggalkan akar nilai spiritual dan lingkungan, MIN 5 Semarang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran yang berlangsung selama sembilan hari, mulai tanggal 6 hingga 14 Januari 2026.
Pelatihan ini menjadi istimewa karena mengintegrasikan empat pilar utama dalam kurikulumnya: Cinta, Kerukunan, Ekoteologi, dan Digitalisasi Pembelajaran. Kegiatan yang berpusat di Gedung MIN 5 Semarang ini diikuti dengan antusias oleh para pendidik yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) MI Kecamatan Jambu.
Menanamkan Nilai Spiritual dan Keberlanjutan Alam
Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah materi mengenai Ekoteologi. Materi ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, H. Ta'yinul Biri Bagus Nugroho, S.Sos.I., M.Pd.I.
Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga tanggung jawab moral menjaga bumi.
"Ekoteologi mengajarkan bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari manifestasi iman. Guru harus mampu mengintegrasikan kesadaran lingkungan ini ke dalam setiap mata pelajaran," ujar H. Ta'yinul Biri.
Sinergi Kurikulum Berbasis Cinta dan Digitalisasi
Selain aspek teologis, pelatihan ini juga menghadirkan pemateri ahli dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Kementerian Agama. Fokus utama materi adalah bagaimana menyusun perangkat pembelajaran yang:
- Berbasis Cinta: Menciptakan suasana belajar yang humanis dan penuh empati.
- Kerukunan: Menginternalisasi nilai toleransi dan moderasi beragama sejak dini.
- Digitalisasi: Memanfaatkan platform teknologi terkini untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan efektif.
Laporan Penyelenggaraan
Ketua Panitia, Muhamad Nuryadin, S.Ag., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru-guru MI di Kecamatan Jambu agar tidak gagap teknologi, namun tetap memiliki kedalaman karakter.
"Kami ingin guru-guru kita mampu merancang RPP dan media ajar yang modern, namun tetap memiliki 'ruh' pendidikan yang mendalam melalui pendekatan cinta dan kerukunan," ungkapnya.
Kepala MIN 5 Semarang, Lestariyo, S.Pd.I., M.Pd.I, turut memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Beliau berharap hasil dari pelatihan ini dapat segera diimplementasikan di ruang-ruang kelas.
"Perubahan besar dimulai dari ruang kelas. Dengan perangkat pembelajaran yang matang, kita sedang menyiapkan generasi yang cerdas secara digital, santun secara sosial, dan peduli terhadap kelestarian alam," pungkas Lestariyo.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
RA Al Islam Gemawang Raih Juara Madrasah Bersih dan Sehat Tingkat Kabupaten Semarang
Ungaran – Momentum peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 tahun 2026 menjadi catatan prestasi gemilang bagi RA Al Islam Gemawang. Lembaga pendidikan anak usia
Semangat Jihad Ilmu dan Karya: MIN 5 Semarang Meriahkan Hari Santri Nasional 2025
Semarang – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Semarang menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025 dengan penuh khidmat dan semarak. Mengambil momentum se
Semarak MATSAMA 2025: Selamat Datang Generasi Baru di MIN 5 Semarang
MIN 5 Semarang - Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Semarang pada awal tahun ajaran 2025/2026. Sebanyak 72 siswa baru resmi menjad
Munaqosah Juz 30 dan Pengajian Isra' Mi'raj MIN 5 Semarang Dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang
Semarang – MIN 5 Semarang menggelar acara Munaqosah Juz 30 dan Pengajian Isra' Mi'raj dengan penuh khidmat pada [tanggal]. Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting
Lestariyo Sebagai Kepala MIN 5 Semarang
Semarang (MIN 5 Semarang) – Lestariyo resmi dilantik sebagai Kepala MIN 5 Semarang definitif pada Senin (17/2). Acara pelantikan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Aga
